Bagikan kepada sahabat anda...

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Maluku, H. Jamaludin Bugis, S.Ag memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohanes Penginjil Ambon, Senin 06 September 2021. Di bawah tema “Peran Mahasiswa Katolik dalam Menghidupi Moderisasi Beragama” Kakanwil Kemenang Provinsi Maluku mengucapkan limpah terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua YPPKA RD. Agus Arbol dan Ketua STPAK RD. Andy Sainyakit, “Terima kasih dan apresiasi saya kepada Ketua Yayasan dan Pak Ketua STPAK atas agenda yang luar biasa ini. Kampus lain mestinya mencontohi STPAK dalam Agenda kuliah umum dengan tema yang luar biasa ini” tutup Kakanwil.
Selain dihadiri oleh para Mahasiswa, turut hadir juga pelbagai pihak seperti Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina (YPPKA), jajaran pimpinan STPAK, dan seluruh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) dalam lingkup Kantor Wilayah Agama Provinsi Maluku, kecuali Pembimas Kristen yang pada waktu bersamaan sedang menghadiri acara HUT Gereja Protestan Maluku ke-86. Kakanwil dalam memperkenalkan para Pembimas, menegaskan bahwa kehadiran mereka (Pembimas) menjadi simbol kebersamaan antar umat beragama di Provinsi Maluku.
Kuliah umum yang berlangsung selama dua jam di Aula STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon itu mendapatkan respon baik dari pelbagai pihak. “Senang sekali Pak Kakanwil yang adalah seorang Muslim mau datang dan memberikan kuliah umum kepada tentang moderisasi beragama kepada kami yang adalah beragama Katolik. Saya berharapa hal ini dapat dicontohi dan tidak hanya sampai disini (kuliah umum) saja melainkan terus berkelanjutan dengan menjembatani pertemuan-pertemuan Mahasiswa perguruan tinggi lintas agama.” Ungkap seorang Mahasiswa.
Kuliah umum ditutup oleh RD. Andy Sainyakit selaku Ketua STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon dan selanjutnya Kakanwil, para Pembimas, Ketua & Sekretaris YPPKA, Ketua & para pimpinan STPAK, menikmati jamuan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.